A.
Prinsip Modus Ponens
![]() |
Prinsip modus ponens
mengatakan “jika p terjadi maka q terjadi, dan ternyata p terjadi. Menurut asumsi kita,
disimpulkan “q terjadi”.
Sahnya prinsip modus
ponens dapat dibuktikan dengan table kebenaran pernyataan majemuk “
”.
Contoh:
a.
Premis 1 : Jika Afra Kehujanan, maka Afra akan masuk
angina.
Konklusi : Afra masuk angin.
Penarikan kesimpulan ini
menggunakan prinsip modus ponens, berarti disimpulkan yang ditarik adalah sah.
b.
Premis 1 : Jika Rico banyak membaca buku, maka
wawasannya luas.
Konklusi : Rico banyak membaca buku.
Penarikan kesimpulan
seperti pada contoh b adalah salah
atau palsu, karena premis tidak mengharuskan wawasan luas hanya jika banyak membaca
buku. Boleh jadi wawasan Rico luas
dikasrenakan dia banyak berdiskusi dengan orang lain, banyak menonton acara
pengetahuan di TV, sering melancong, atau karena sering mengikuti seminar,
tetapi tidak banyak membaca buku.
B.
Prinsip Modus Tolens
![]() |
Prinsip modus tolens
mengatakan “jika p terjadi maka q terjadi, dan ternyata p tidak terjadi, maka dapat disimpulkan p tidak terjadi”.
Sahnya prinsip modus toleens
dapat dibuktikan dengan tabel kebenaran pernyataan majemuk “
”.
Cara
lain untuk memverifikasi kesahan modus tolens adalah dengan memanfaatkan
pemahaman kita tentang ekuivalensi dan modus ponens sebagai berikut.
Premis 1 :
.
Premis 2 : ~q.
Konklusi : ~p
Contoh:
a.
Premis 1 : Jika saya berolahraga teratur, maka
saya akan sehat.
Premis 2 : Saya tidak sehat.
Penarikan kesimpulan ini menggunakan
prinsip modus tolens, berarti disimpulkan yang ditarik adalah sah.
b.
Premis 1 : Jika Andi menang dalam bertanding,
maka saya mendapat bonus.
Premis 2 : Saya tidak mendapat bonus.
Penarikan kesimpulan ini menggunakan
prinsip modus tolens, berarti disimpulkan yang ditarik adalah sah (valid).
C.
Prinsip Silogisme
![]() |
Prinsip silogisme
mengatakan “jika p terjadi maka q terjadi, dan jika q terjadi maka r terjadi, maka dapat disimpulkan jika p terjadi maka r terjadi”.
Sahnya prinsip silogisme
dapat dibuktikan dengan table kebenaran pernyataan majemuk “
r)”.
Contoh:
Selidikilah sah atau
tidaknya penarikan kesimpulan berikut.
a.
Premis 1 : Jika x
bilangan ganjil, maka 2x bilangan
genap.
Premis 2 : Jika 2x
bilangan genap, maka 2x + 1 bilangan
ganjil.
b.
Premis 1 : 
Premis 2 : ~p
Jawab:
a.
Penarikan kesimpulan ini
menggunakan prinsip silogisme, berarti penarikan kesimpulan ini sah.
b.
Penarikan kesimpulan
dengan menggunakan tabel kebenaran
.
|
p
|
q
|
~p
|
~q
|
|
|
|
|
B
|
B
|
S
|
S
|
B
|
S
|
B
|
|
B
|
S
|
S
|
B
|
S
|
S
|
B
|
|
S
|
B
|
B
|
S
|
B
|
B
|
S
|
|
S
|
S
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
Pada tabel kebenaran
terlihat bahwa nilai kebenaran
adalah BBSB, berarti bukan merupakan
tautologi. Jadi, penarikan kesimpulan tersebut tidak sah.



(y)
BalasHapusOkey adri
BalasHapusass. mbk tlong carikan contoh untuk Prinsip Silogisme jika premisnya ada 3. trmks
BalasHapuscari di google +Destri Heryanti :D
BalasHapusGood job materi nya (y)
BalasHapusKunjungi metaselviadefi.blogspot.com
BalasHapusAd bagian2 pontingannya yg tk terliht iga,, jdiny krang pham :)
BalasHapusmateri suku banyak yang anda tampilkan cuku lengkap.
BalasHapusgambarnya ad yg g muncul mbak :(
BalasHapuskunjungi blog ku yah mbak :)
BalasHapusgambar nya ngga terpost jadi kurang paham buk guru ^^
BalasHapus